Sore menjelang di 1-Alfaro , salah satu konsep restoran destinasi terbaru di Singapura yang bertengger tinggi di lantai 34 Labrador Tower di Pasir Panjang. Pemandangannya sungguh menakjubkan: Selat Singapura terbentang dalam kilauan cahaya senja, kapal-kapal tanker bergoyang di cakrawala bak balet yang bergerak lambat.
Menjelang pukul 18.00, saat matahari mulai terbenam secara dramatis, suasana berubah. Pasangan-pasangan saling bersandar di meja dekat kaca, keluarga besar berkumpul dalam tawa riang, dan para eksekutif yang pulang kerja melepas dasi sambil menikmati koktail.
Energinya tak terbantahkan – dan juga terasa: Ini adalah tempat yang dirancang bukan hanya untuk menyajikan makanan, tetapi juga untuk mengabadikan momen. Dan di lingkungan yang minim pilihan tempat makan kelas menengah hingga atas, 1-Alfaro dengan cepat menjadi tempat untuk mendatangkan klien, merayakan momen penting, atau sekadar bersantai di tepi laut selatan Singapura yang gemerlap.
Ini adalah gambaran cerah di tengah latar belakang yang lebih suram dalam dunia kuliner Singapura. Hampir setiap hari, berita utama memberitakan penutupan restoran atau kesengsaraan perusahaan kuliner. Kenaikan harga sewa, biaya operasional yang terus meningkat, inflasi, kekurangan tenaga kerja, dan perubahan ekspektasi pengunjung telah menciptakan apa yang disebut sebagian orang sebagai “badai sempurna”. Oleh karena itu, suasana di industri kuliner sedang waspada, bahkan suram.
Namun, inilah 1-Group , yang merayakan 20 tahun bukan hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh. Di saat banyak perusahaan sejenis tutup, mereka justru berekspansi, meluncurkan konsep-konsep baru, dan mengukuhkan diri sebagai grup gaya hidup dan perhotelan independen terbesar di Singapura.
“Kami selalu membangun dengan mempertimbangkan ketahanan,” ujar Joseph Ong, pendiri, ketua, dan direktur pelaksana grup. “Portofolio kami sengaja didiversifikasi. Kami tidak bergantung pada satu format atau audiens saja. Keragaman ini membantu kami tetap seimbang ketika satu sektor pasar melambat.”
Keragaman tersebut terlihat jelas dalam portofolio bisnis 1-Group saat ini: 33 merek di Singapura, lima merek lagi di Melaka, dengan pendapatan tahunan yang dilaporkan mencapai S$71,7 juta (US$55,36 juta) pada tahun 2025 (perusahaan ini dimiliki secara pribadi). Lokasinya mencakup gedung-gedung pencakar langit, rumah-rumah bersejarah, rumah toko, rumah kaca, dan gedung perkantoran; kulinernya beragam, mulai dari Venesia hingga Peru, Argentina hingga Tiongkok modern, Yunani hingga Jepang bergaya kappo.
Penyebaran ini tidak sembarangan. Setiap ruang dirancang agar serbaguna.
“Kami selalu percaya bahwa sebuah ruang harus memiliki lebih dari satu fungsi,” jelas Ong. “Restoran seharusnya bisa menyelenggarakan pernikahan. Bar atap seharusnya bisa diubah menjadi tempat acara pribadi. Fleksibilitas itu sudah tertanam dalam DNA kami, bukan ditambahkan kemudian.”
Ini adalah filosofi yang memungkinkan grup tersebut menghadapi fluktuasi pasar sambil terus memberikan apa yang dicari tamu: Pengalaman yang sepadan untuk meninggalkan rumah.